Rabu, 17 Februari 2010
Apakah Kebiasaan itu Dapat Berubah?
Kebiasaan adalah apa yang biasa dilakukan manusia dengan mengulang-ulang melakukan sesuatu hal, dan sesuatu ini bisa jadi yang dianjurkan dalam syariat, atau yang dilarang, atau bahwasanya sesuatu itu dapat berakibat pada berkurangnya kesempurnaan manusia tetapi tidak ada dosa padanya…
1. Orang yang terbiasa membaca al-Qur’an, shalat malam atau dhuha dan amal perbuatan lainnya yang dianjurkan oleh syariat, ini merupakan kebiasaan yang paling indah yang sering dilakukan oleh manusia, dan yang menjadi bahayanya adalah bila kebiasaan itu lebih diutamakan dari pada interaksi dengan ibadah itu sendiri dan terpengaruh dengannya.
Ragu untuk berbuat Ikhlas
Sebagaimana yang telah diketahui, bahwasanya Allah s.w.t. tidak akan menerima amal perbuatan kecuali yang ikhlas lillah dan benar menurut sunnah. Keikhlasan adalah hal terpenting dalam kehidupan seorang mukmin. Setan memiliki jalan masuk yang aneh dari pintu ini, sebab dia mendatangi orang yang Allah karuniai kemampuan memberi, seperti menyampaikan pelajaran, menulis, atau ceramah, lantas membuatnya benci melakukan hal-hal ini lewat pintu yang dapat memasukkan keragu-raguan pada keihlasan untuk menghalanginya agar tidak melakukan hal-hal ini, dan hal-hal yang diketahui setan pengaruhnya yang besar dalam memberi petunjuk orang banyak ke jalan yang lurus. Berapa banyak kita membaca tentang para ulama yang membakar buku-buku mereka, atau menimbunnya, atau melemparnya ke lautm dengan demikian kaum muslimin tidak dapat meraih ilmu yang banyak, hanya lantaran keragu-raguan yang higgap pada niat mereka yang disebabkan oleh keraguan pada keikhlasan yang dilontarkan setan di dalam jiwa mereka.
Takut kepada Setan
Setelah shalat Isya’, ada seorang yang datang kepadaku dengan kedua matanya sebab hampir mengucurkan air mata, dia bertanya kepadaku tentang permasalahannya yang tidak dapat dipecahkannya sendiri, lantas dia berusaha mengajak musyawarah saudara-saudaranya untuk mencari solusinya. Kesimpulan dari permasalahannya itu adalah, bahwasanya jika mendapat kebaikan dia mau memenuhi perintah Allah, dan jika ditimpa keburukan dia menjauh dari jalan Allah. Sebab dia menjauh ketika ditimpa keburukan itu adalah, bahwasanya dia berkata di dalam hatinya, apa manfaat ibadah kalau keburukan ini tidak kunjung sima setiap kali menjalankan perintah Allah, maka dia pun lantas memutuskan untuk meninggalkan ibadah itu.
Kehilangan Tas
Pada sebuah perjalanan umrah bersama beberapa saudara seiman, salah seorang di antara mereka kehilangan tas yang berisi sejumlah harta dan seluruh surat-surat penting yang ada di dalamnya; kartu visa, kartu ATM dan kartu-kartu penting lainnya. Dia menanyakannya pada satu atau dua orang dan juga menanyakannya pada petugas bea cukai di bandara. Tapi tidak seorang pun yang mengetahuinya, lantas dia mengucapkan alhamdulillah, segala puji bagi Allah, dan kembali melanjutkan pembicarannya dengan saudara-saudara tentang hal sebelumnya diperbincangkan. Dia sama sekali lupa pada kejadian itu, dia tertawa dan tersenyum, bercanda dengan beberapa orang temannya. Hal itu mengundang rasa heran salah seorang saudaranya seiman lantaran sikapnya ini. Saudara ini tidak tahan ingin menanyakannya, “Kenapa anda tidak terpengaruh oleh tasmu yang hilang itu, seandainya aku menjadi anda niscaya aku tidak bisa merasa tenang.” Pemilik tas itu langsung menjawab, “Ini adalah takdir Allah, Allah telah menentukan dan melakukan apa pun yang dikehendaki-Nya, maka, tidak perlu aku merasa gelisah dan marah.” Yang kami inginkan di sini adalah, hendaknya manusia itu memperhitungkan segala sesuatu di jalan Allah, tidak merasa sedih terhadap suatu harta dunia miliknya yang hilang, bahkan kami inginkan orang-orang merasakan kesedihan bila suatu amalan akhirat terabaikan, seperti terabaikannya shalat, tahajjud, puasa sunnah dan mengadakan perjalanan untuk misi kebagikan di mana pun tempatnya.
Melunak terhadap Bisikan Hati
Ketika nafsu anda mengajak untuk melakukan suatu perbuatan buruk, atau mengajak anda supaya melalaikan atau meninggalkan kewajiban, dan anda menerima ajakan itu, maka nafsu anda itu akan bernai mengajak anda pada hal-hal yang lebih dari itu hingga menarik anda kepada perilaku yang anda sendiri tidak bisa kembali pada keadaan anda semula. Misalnya, jika anda terlambat tidur and tidurmu pun tidak cukup sebagaimana mestinya, maka ketika telah tiba waktu subuh dan anda mendengarkan suara alarm atau orang yang membangunkan anda, nafsu anda akan mengatakan kepada anda: tidurmu masih belum cukup, dan kamu termasuk orang yang mempunyai alasan, maka kamu bisa mengerjakan shalat di rumah saja. Jika menurutinya, maka nafsumu itu akan semakin berani kepadamu, dan dia akan meminta darimu hal lain yang lebih penting dari hal pertama, hingga anda menjadi budaknya, dia akan mengendalikan anda sekehendaknya.
Takut Mati
Saya berpikir dalam hati, dan bertanya-tanya tentang sebab banyak orang merasa takut mengingat kematian, maka terbersitlah pada benak saya bahwasanya hal itu bisa jadi disebabkan oleh banyak hal, di antaranya:
Mereka terpedaya pada kesehatan yang mereka nikmati dan keselamatan badan dari penyakit yang berbahaya, maka mereka pun menolak apa yang mengingatkan mereka pada akhir kehidupan dan kelemahan mereka.
Minggu, 14 Februari 2010
Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman
Setelah kita mengetahui iman itu bertambah dan berkurang, maka mengenal sebab-sebab bertambah dan berkurangnya iman memiliki manfaat dan menjadi sangat penting sekali. Sudah sepantasnya seorang muslim mengenal kemudian menerapkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar bertambah sempurna dan kuat imannya. Juga untuk menjauhkan diri dari lawannya yang menjadi sebab berkurangnya iman sehingga dapat menjaga diri dan selamat didunia dan akherat.
Memadu Kasih di Hari Valentine?
Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Pada masa kini, hari raya ini berkembang bukan hanya para orang yang memadu kasih, tapi pada sahabat dan teman dekat. Namun mayoritas yang merayakannya adalah orang yang sedang jatuh cinta. Ini pun dianut saat ini dan semakin meluas di kalangan muda-mudi di negeri ini. Ketika hari tersebut ada yang memberikan coklat kepada kekasihnya atau kado spesial lainnya.
Tentang Sholat 5 Waktu
Ali bin Abi Talib r.a berkata :
"Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi, lalu berkata: Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S.yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.' Lalu Rasullullah S.A.W. bersabda: 'Silahkan bertanya.' Berkata orang Yahudi: 'Silahkan terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'
Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Sembahyang Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada TuhanNya, Sholat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi, Sholat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S., maka setiap mukmin yang sholat Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya.
Sholat Isya' itu ialah sholat yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku, Sholat Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini karena apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.' Setelah orang Yahudi mendengar
penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan di dapati oleh orang yang sholat.
Kekuatan itu di Pagi Hari
Entahlah. Biarlah hati kita masing-masing yang bicara bila membaca wasiat langsung pelaku bom syahid termuda di Palestina, Muhammad Fathy Farahat. Umurnya baru beranjak 17 tahun.
“Saudaraku umat Islam, ketahuilah sesungguhnya shalat subuh berjamaah adalah rahim yang melahirkan para pejuang dan pahlawan. Ia adalah tempat peraduan orang-orang ikhlash. Melaksanakan shalat subuh berjamaah adalah ciri-ciri para mujahidin, indikasi kemenangan dan sifat orang-orang shalih. Sungguh amat banyak kebaikan yang tak terniIai di waktu itu.”
Wasiat itu ditulis Farahat pada hari jumat, 1 Maret 2002, satu hari sebelum ia melakukan serangan yang mengantarkannya pada kematian yang ia dambakan. Shalat subuh berjamaah. Demikian penting dan hebatkah pengaruhnya? Begitu muliakah waktu itu hingga ia menjadi salah satu diantara rahasia para pejuang Palestina yang tak pernah takut menghadapi meriam tank Israel? Yang tak pernah gentar dengan serangan rudal. Bahkan tak gemetar melakukan aksi serangan bom meraih syahid. Subhanallah…
Cara Membersihkan Najis
Berikut beberapa penjelasan mengenai cara membersihkan najis sebagai kelanjutan dari pembahasan macam-macam najis dalam tulisan sebelumnya. Semoga bermanfaat.
1 – Menyucikan kulit bangkai[1] dengan disamak
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ
“Kulit bangkai apa saja yang telah disamak, maka dia telah suci.”[2]
Namun hadits di atas tidak berlaku umum. Perlu dibedakan antara:
[1] kulit bangkai yang sebenarnya jika hewannya mati dengan jalan disembelih menjadi halal, maka kulit bangkai tersebut bisa suci dengan disamak.
[2] kulit bangkai yang jika hewannya disembelih tidak membuat hewan tersebut halal (artinya: hewan tersebut haram dimakan), maka kulitnya tetap tidak bisa suci dengan disamak.[3] Inilah pendapat yang lebih kuat dari pendapat ulama yang ada.
Sabtu, 13 Februari 2010
FITNAH MEMBAWA KEHANCURAN
“FITNAH”, yaitu menyiarkan sesuatu berita tanpa dasar kebenaran, dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik seseorang, dan bagi pemfitnah tersebut pula mudah untuknya mencapai segala cita-citanya. Perbuatan yang tercela seperti ini dilarang oleh Allah S.W.T. dan orang yang membuat fitnah itu akan ditimpa azab yang amat pedih.
Allah S.W.T. berfirman yang maksudnya: “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang sangat pedih”. (Q.S. al-Buruj: 10)
Allah S.W.T. berfirman yang maksudnya: “Wahai orang yang beriman! Jauhilah dari kebanyakan sangkaan, karena sesungguhnya sebahgian daripada sangkaan itu adalah dosa, dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang, dan janganlah kamu mengumpat setengah yang lain. Adakah seseorang kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu patuhilah larangan tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha penerima taubat dan Maha penyayang.” (Q.S. al-Hujurat: 12)
Untuk menghadapi mereka yang memerangi umat Islam, Allah S.W.T. berfirman: “Perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama itu hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti (memusuhi kamu), maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (Q.S. al-Baqarah: 193)
Fitnah itu lebih besar dosanya daripada dosa membunuh (manusia yang tak bersalah), Allah S.W.T. berfirman yang maksudnya: “Berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh. (Q.S. al-Baqarah: 217)
PENGHORMATAN TERHADAP IBU
"Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya, ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun, (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapamu, serta kepada Aku jua tempat kembali."
(Q.S.Luqman:14)
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulallah (saw) siapakah orang yang paling berhak dihormati: Nabi (saw) menjawab: Ibumu! Lelaki itu bertanya lagi, kemudian siapa lagi, Nabi (saw) menjawab: Ibumu! Lelaki itu terus bertanya, kemudian siapa lagi? Nabi (saw) menjawab ibumu! Kemudian siapa lagi? Nabi s.a.w. menjawab pula: Kemudian Bapamu! (Hadis riwayat at-Tirmizi)
Demikian tinggi dan mulianya taraf seorang ibu dari pandangan Islam.
MENCAPAI KEBAHAGIAN HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT
Meskipun apa yang diinginkan itu tercapai, tetapi...ramai yang kecewa, hidupnya gelisah malah ada yang membunuh diri, karena apa yang diinginkannya itu tidak tercapai.
Islam memberi panduan kepada kita untuk mencapai ketenangan dalam kehidupan ini maka kita perlulah mendekatkan diri kita dengan Maha pencipta yaitu Allah S.W.T. Allah berfirman yang maksudnya:
"Kethuilah, hanya dengan berdzikir kepada Allah sajalah hati akan menjadi tenteram." (Q.S.Ar Ra'd :28)
Zikir dari segi bahasa dapat diartikan dengan "ingat" ,yang merupakan ucapan, perbuatan dan pemikiran.
Allah berfirman yang maksudnya:
"(Yaitu) orang yang berzikir kepada Allah semasa mereka berdiri atau duduk, atau dalam keadaan berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia." (QS Ali Imran: 191)
